Selasa, 02 Januari 2018

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah.

Bukit ini merupakan bukit yang diyakini sebagai tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Hawa pertama kali di dunia. Pusat Arafah ini menjadi tempat pertemuan umat manusia hingga kini dan peristiwa sejarah besar Islam dengan Nabi dan wahyu terakhirnya.

Sampai di sana, mulai dari kaki bukit pun batu2 di sana sudah banyak coretan tulisan yang dapat dipastikan berisi doa, harapan atas jodoh serta kelanggenggannya. Di kaki bukit ini juga ditemukan foto-foto berserakan. Mungkin melalui foto, ini salah satu cara supaya mendapat jodoh sesuai yang diinginkannya atau supaya lebih spesifik sehingga jodoh yang diberikan Allah SWT nanti valid sesuai doa plus (+) foto.

Di bagian atas bukit terdapat tugu dan benar saja, sekitar 3 meter dari bagian bawah tugu penuh dengan tulisan-tulisan menggunakan spidol dan bolpoin. Ketika dekat dengan tugu tersebut, mas atau kakak saya mencontohkan untuk ikut menulis apa yang diinginkan di tembok tugu yang memiliki lebar sisi sekitar 1,5-2m itu. Tanpa menggunakan pilot, faster, snowman yang permanent atau kapur/batu apalagi arang, tetapi menggunakan telunjuk. Langsung saja mas saya mencontohkan dengan telunjuk kanannya menulis dan mengucap kata "HAJI".

Langsung saja saya ikut menuliskan apa yang saya inginkan. Ketika itu bisa saja menuliskan nama saya diikuti simbol hati dan diikuti nama perempuan yang saya inginkan seperti coretan sebelah atau di batu yang ada di kaki bukit tadi. Tapi hal itu tak mudah bung, saya pun tidak menuliskan nama siapapun pada saat itu.

Tempat ini begitu bersejarah, di Arafah ini merupakan tempat berlangsungnya khotbah perpisahan Nabi Muahammad SAW dan wahyu Malaikat Jibril terakhir. Di puncak ini kami pun menghayati peristiwa bersejarah tersebut dan segera berdoa sebagaimana doa Nabi Adam AS.

Setelah itu kami pun turun dan tiba2 di kepala dan hati saya terbesit doa yang mesti saya tuliskan. Tak sempat kembali ke puncak dan ke tugu tadi, saya pun menulis lagi dengan telunjuk ke salah satu batu yang masih di bukit itu. Kali ini saya membuat tulisan yang terdapat nama saya dan ada simbol hati.

"Allah SWT ((simbol hati)) ((nama saya))"

Rabu, 18 Oktober 2017

smile on her face

saya merasakan hari-hari berat akhir-akhir ini,
tak tau entah kenapa.

ah bukan, bukan seperti itu lanjutannya.
sampai di sini saya benar-benar tau kenapa sebegitu beratnya.
 

doanya selalu mengalir, bahkan hingga menangis harus mengeluarkan darahpun itu akan dilakukannya.

bila orang-orang tidak bisa tidur karena masalah yang dimilikinya, saya berhasil tidur membawa masalah itu. payah.

mungkin saya terlalu jauh, memandang jauh bahwa saya dapat memberikan senyum di akhir kepada beliau ketika saya berhasil kelak.

tapi saat ini saya menyadari, saya lupa untuk tetap menjaga senyum beliau di tiap harinya.

Rabu, 02 Agustus 2017

Freezer, Mur, & Baut



Saya kerap kali membayangkan diri saya tidak seberuntung kakak saya, tidak sekenal lelahnya bekerja seperti ibu saya. Lebih lagi tidak sekeren bapak saya yang di keluarga kami maha mengetahui dan hampir selalu mampu mengerjakan pekerjaan seluk-beluk dari hal-hal kecil hinga hal besar di rumah. 


Mur, paku, palu, drei, kawat, dll. Itu merupakan tool andalan keluarga manapun. Usernya hampir selalu adalah bapak, dan anaknya sebatas kenek. Yop, “kenek”. Hal lainnya, saya tidak mengerti ilmu apa yang dimiliki beliau hingga setiap barang yang tidak ketemu ketika dicari, eh tau2 sudah kembali ke tempatnya oleh bapak.


Hari Minggu lalu saya main ke outlet teman saya, dia akan memeasang bracket untuk TV. Ketika dia sedang mengeboor tembok untuk memasukkan freezer,  sambil sedikit berkeringat dia menggumam, “... dadi bapak ki susah juga ya”, sambil nyengir dan mungkin dia sambil melihat bagaimana bapaknya bekerja mengerjakan segala ornamen dan membetulkan hal-hal kecil di rumah dengan nafas yang hanya setengah-setengah.

Kamis, 27 Oktober 2016

Silaturahmi

Beberapa bulan terakhir ini saya ingin sekali menghangatkan silaturahmi ke teman-teman masa lalu. Tipe-tipe teman “masa lalu” yang masih bertahan diantaranya yang sekali kumpul untuk happy dan bahas happy-happy, ada juga yang kumpul dan kemudian membicarakan kegalauan masa transisi kerjaan dan lowongan, ada yang masih membicarakan perkembangan kampus, ada yang membicarakan wanita, dan lain-lain. Semua itu menyenangkan, namun aktivitas ini kadangkala mengingatkan pada ucapan Pak Anies Baswedan.

Waktu itu di Jogja tapi dalam konteks media sosial, beliau kemudian mengajak anak muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana bertemu dengan teman-teman masa depan, jangan hanya teman masa lalu saja. Benar saja. ini benar dan diperlukan. Lihat saja berapa banyak orang yang menyayangkan ditutupnya “Vine” dan mengatakan melalui twitternya bahwa melalui Vine dia bertemu orang yang memiliki karya hebat seperti @Pinot. Saya tidak tahu pasti, tapi berdasar cuitan tersebut seakan dia bertemu dengan orang dimana sesama perajin seni yang dia tidak kenal sebelumnya kemudian dia menjadi kenal dan itu dari media sosial. It’s a futuristic thing!

Kembali ke paragraph awal ya. Terlihat seperti pertemanan masa lalu memang, tapi rasa-rasa "tidak berkenan" kini luntur. Masa atau waktu tidak hanya "menuakan" fisik kita, tapi juga melunturkan rasa "tidak berkenan" tersebut. Rasa yang dibangun dan tercipta hingga kini akan selalu me-muda-kan kita. Perliaku yang saya lakukan ini kadang saya kaitkan dengan ilmu sosiologi haha karena ilmu tersebut merupakan ilmu yang hanya mempelajari perilaku manusia dan... tidak memberi solusi hm. Saya pun menganalisis, mungkin hal yang akan saya sebut "masa lalu" apabila rasa-rasa yang tidak berkenan pada masa lalu masih tersisa tidak mengenakan hati kita hingga kini. Lebih baiknya rasa toleran kita akan rasa masa lalu semakin baik. Oke, kembali hidup dalam masa lalu…

Silaturahmi yang baik adalah silaturahmi yang dibangun kembali dengan kebesaran toleransi masing-masing dari kita untuk menguasai ego masa lalu pada hari ini. Hal yang tidak bisa kita lepaskan yaitu menjaga tetap jujur. Jujur itu menyakitkan, bergetar ketika mengatakannya. Kayak waktu kita dulu nembak guys... whoahaha gilaaa hahaha dan sama waktu ketahuan belum bikin tugas ke dosen sama waktu sekolah dulu hm. Terbukanya mulut untuk memulai pembicaraanpun berat, saya tidak mampu menahan rasa emosi apabila tidak membicarakan kejujuran yang terjadi walau kadang berbalik ke saya. Terutama menyangkut orang tua yang merasakan hal yang tidak sepatutnya. Mengalir bersama emosipun begitu mudah.

Silaturahmi.. lihat saja orang tua kita yang akrab dengan Whatsapp dimana terdapat grup alumni skeolah dan kuliahnya. Melihatnya bernostalgiapun menyenangkan, itu karena masa dan rasa yang bertemu dengan harmonis dengan krendahan hati dan toleransi akan ego masa lalu, tidak sepenuhnya benar sih ini tapi bicara pada umumnya ya ini.

Sekian dan selamat hari Jumat, semoga kita mendapat umur panjang yang penuh berkah dengan bersilaturahmi yang baik.


Minggu, 10 Juli 2016

Melewatkan JUNI

Senang rasanya menantikan hadirnya Juni, selain ulang tahun yaitu ramadan. Sederhana sekali atau saya yg menyederhanakan saja tentang nikmatnya orang berpuasa, yha, nikmatnya orang berpuasa ialah ketika berbuka.
Berbuka. Sesederhana itu. Bisa saja pada poin tsb kita diminta untuk menyederhanakan ekspektasi2 atas ambisi dan harapan kita akan suatu hal dan di sini bukan menyederhanakan impian-harapan ya.
Bulan Juni lalu terselesaikan beberapa hal, hal di kampus dan hal terhadap diri saya sendiri. Kalau kata teman saya atas suatu hal yang selesai dikerjakan, dengan bahagia mengarakan "Blablabla Is OVER!" dan kata2 itu seolah menuntut saya untuk menyelesaikan pekerjaan lain. Yaya, is over hhh
Juni Bulan Refleksi: Resmi 22th, selesai dengan kegiatan organisasi di kampus, project dan hajatan terakhir di kampus, gath Akber Nasional, serta refleksi atas hidup saya dengan sesuatu yang ada di pikiran dan hati saya
22 tahun! Dunia ini sebegitu besarnya dan banyak hal yang dapat kita pilih-pilah untuk mengisinya. Caption/update orang lain bisa berbunyi "Bukannya hidup di dunia ini cuma sementara?". Bisa saja ditanggapi dengan mudah, udah gak usah maca-macam, happy-happy aja udaaahh, udah mengalir aja sob, dan udah-udah yang lain. 

Selasa, 31 Mei 2016

Mei

Sudah 31 juga..
Akhir bulan lalu dan awal bulan ini cukup antusias menyambut bulan Mei ini. Menyambut ujian sidang skripsi yg selesai digarap Maret tanggal 31, bulan berlangsungnya proker terakhir di organisasi kampus yang sesuai rencana nggak terakhir menyudahi kebersamaan rapat2 bersama kami di rumah kedua kami, sekre BEM FE Unissula. Selain itu teman2 saya yang juga sidang pra bersamaan di Bulan Mei.  Senang rasanya mereka sudah selesai dari satu tahap. Yha!

Suatu trip menjadi pemanis yang benar2 berkesan. Memang bukan pembelajaran, ya memang bukan, tapi kenangan. Ah, menyenangkan.. Secret trip. Ssstttt...

Bulan Mei ini bulan akhir kepengurusan organisasi kami. Satu tahun sudah meluangkan waktu, mengeluarkan tenaga, memutar otak untuk memberi ide demi kekonsistenan kami. Bulan ini pun berulang ke babak baru periode kepengurusan, ambisius, tempramental, sentimental, menjadi bumbu. Berbicara perlahan pelan dan lembut, mata kesana kemari melihat situasi kondisi menjadi aktivitas sama seperti tahun lalu. "Seru", kataku.

Setahun lalu benar-benar masa dimana doa, usaha, dan ikhtiar jadi andalan. Tak habis pikir, kami melalui masa-masa seperti itu berbekal minim sekali. Beberapa kalimat masih terngiang di kepalaku atas situasi yang benar ramai dan panas. "Katakan benar sebagai suatu kebenaran, dan salah sebagai sesuatu yang salah", membingungkan ya, semua yang berada dalam suasana hati yang sama dan memperhatikan hal yang syarat akan intrik menjadi benar.

Menang menurut Sri Mulyani yaitu tidak menyalahi prinsip yang terdapat dalam dirinya. Selamat berjuang!

Hei Mei, terimakasih ya..

Senin, 18 April 2016

Get a life, bro?

12 April lalu saya menulis di twitter saya (@0daat):

"Mungkin sebentar lagi obrolan seputar event kampus, bahkan yg lagi dikerjain bareng udah ga menarik lagi. Topic to topic, day by day..."

Saya sendiri masih suka menyimak info kampus layaknya mahasiswa baru yang selalu mencari-cari info apa saja di mading kampus. Seminar bertemakan hal ini itu menjadi perhatian saya san saya pun memantaskan diri dengan mengatakan "Maklum, masih mahasiswa". Info vacancy terasa lebih yahuud pastinya, tentu saja itu sudah benar-benar sewajarnya. Setiap kita pun juga suka memperhatikan, yha, bagi saya memperhatikan kualifikasinya yang seakan kadang poster info vacancy tersebut menjadi cermin dan di cermin itu terdapat seseorang lain yang lebih ideal. Hhhh.. Kita lihat saja nanti!

Hal yang saya pikirkan dan menguras sedikit lebih banyak beban yaitu "bahkan yg lagi dikerjain bareng udah gak menarik lagi". Pagi hari tadi saya disapa dengan pesan tentang sesuatu seperti yang saya pikirkan sebelumnya, yah bersiap saja pikirku. Sedikit banyak bantuan yang diberikan mereka akan saya hormati, bisa saja saya sebagai penanggung jawab memberi peringatan keras atas komitmen yang sudah dibuat bersama di awal. Kehidupan mereka tidak lagi sama pikirku, ini membuatku tidak bisa seperti tadi yang baru saja saya katakan. Orang tua di rumah yang menunggu putra-putrinya segera meninggalkan kampus untuk kembali ke rumah, pergi ke tempat lain, atau lainnya.

Halo, saya akan sangat menghargai dan menghormati segala bantuan kalian dan mohon tanggapi santai saja rekan lain bila terdapat request menurut teman-teman kurang berkenan di hati. Bagi kami-kami sekarang ini, "get a life bro!". Mengasyikkan diri dengan teman-teman yang tersisa atau tersedia tepatnya, tenaga, pikiran, dan waktu yang ada. Saya pun lama-lama enjoy dengan kegiatan pada proker ini, meski jauh sekali berbeda kebersamaannya ketika dulu mengerjakan proker yang selalu rapat besar diskusi berlama-lama di sekre. Masa-masa akhir ini saya berharap menjadi benar-benar masa yang terkenang bagi kita semua, terutama yang masih mau urun. Semoga segala urusan teman-teman semua dilancarkan, diberi keridhoanNya ke depannya, aamiin.

Kamis, 10 Maret 2016

air 8+

"Aku senang dengan diriku sekarang..."
"Aku menang menjadi seperti ini!"
"Terserah aja apa kata orang, yang penting aku senang!"
#perbendaharaananonym

"Lelah ya menjadi seperti ini!"
"Jadi mahasiswa tingkat akhir bos?"
"Bukan, maksud aku bukan sebagai mahasiswa tingkat akhirnya."
"Nah terus?"
"Kalo tidak tau malunya, jadi tidak tau malu!"
#kisahanonym

Senja kini memandang sebotol air 8+, mungkin pembentukan diriku kurang air ber-PH lebih...

Minggu, 28 Februari 2016

Perilaku Manusia ?

Jumat lalu, kebetulan saya soljum di masjid baiturrahman. Eits, bukannya kebetulan, tapi disengajakan. Karna setelah mengikuti aktivitas baru saya di waktu itu yang disengajakan lokasi dekat dengan masjid tsb.
Khotbah seperti biasa saya mencoba memperhatikan, biasa, mubazir betul jika khotbah jumat dilewatkan, karna materi khotbah yang saya temui banyak mengangkat isu sosial masyarakat yang sedang terjadi, sounds like always up-to-date, huh? Saya mencoba memperhatikan langsung setelah sunah. "LGBT" ya beberapa bulan-bulan lalu saya mendengar kata tsb, dan beberapa teman saya ketika ngobrol saya coba obrolkan LGBT dimana pada saat itu akan diadakan diskusi tentang LGBT di salah tempat yang saya lupa, di semarang, teman saya terdengar asing dan terlebih kaget mengenai kepanjangan dan jika akan diadakan diskusi. Sekarang kata tersebut bak kata guyonan nggo konco.
Oke kembali lagi ke baiturrahman, khotib menyampaikan suatu perilaku dalam masyarakat sosial dalam hal seksual yaitu LGBT dimana merupakan pemyimpangan perilaku masyarakat. Poin yang disampaikan khotib adalah bahwa ajakan untuk tidak menjauhi, tidak mendiskriminasi orang atau pelaku LGBT karna kita juga sama manusia, bagaimana memanusiakan yang lain, bukan orangnya tapi perilakunya, jauhi perilakunya, ajak kembali orang tsb untuk menjauhinya. Mungkin seperti kata Pandji, punya temen G itu lucu loh.. Ohya? Ya barangkali saja, seperti teman yang mungkin sudah kita punya barangkali, yang orang jawa sebut wandu, lucu aja dan... geli. Hm
Poin yang cukup bagus dari khotib, lalu saya memikirkan teman perokok kita, dimana saya juga bergaul dengan manusia perokok. Saya tidak mempunyai masalah dengan perokok, ya sementara ini, bukan berarti selama saya tidak akan mengalami kehamilan, beresiko mendapat gangguan janin, dan yang lain. Perokok juga memiliki asalasan dan motivasi tertentuk untuk merokok. Dengar saja alamov (alasan dan motivasi) mereka, "Merokok itu obat, steess-rokok untuk tenang, selama merokok tidak melebihi dosis untuk saya merokok tidak masalah. Mereka yang sakit karena rokok karena dia melebihi dosis tubuh mereka untuk merokok". Nikmat! "Hal ternikmat setelah makan, rokok!", dengan sebat ditangan salah seorang teman perokok.
Pelaku LBGT pun juga memiliki alamov tersendiri, mungkin bagi G-B merokok anu juga suatu kenikmatan baginya. Tidak tau untuk yang huruf sebelahnya seperti apa. Ketidakmampuan mengontrol nafsu, mungkin orang-orang tersebut lemah dalam mengontrolnya, saya tidak tau betul atau tidak, tapi nafsu memang sumber penyakitnya dan sementara gejalanya tingkah, sikap, salah berperilaku, bergaul, dan melakukan hal lebih lanjut yang akhirnya menjadi benar-benar pusat perhatian masyarakat. Meresahkan sekali nafsu negatif itu.

Senin, 22 Februari 2016

Hari Peduli Sampah Plastik Nasional!




Minggu (21/2) menjadi hari peringatan Hari Peduli Sampah Plastik Nasional (HPSPN). Menarik! Hari Minggu itu, pagi tepatnya, kebetulan saya sedang berada di sekitaran Jl. Pahlawan-Simpang Lima (CFD). Banyak muda-mudi dari beberapa warna almamater, sekolah SMA, SMP, dan komunitas berkeliling membawa karung dan memungut sampah-sampah plastik. Bentuk kampanye ini menarik, namun tidak tahu bagaimana sebelumnya, mungkin lebhi menarik ketika mereka membuat challenge seperti mengumpulkan banyak-banyakan sampah plastik, hehe..

Pertanyaannya di kepala saya, darimana tanggal asal ditentukannya tanggal 21/2 sebagai HPSPN? Berikut saya kutipkan latar belakang dari web http://www.menlh.go.id/   

Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari “Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dipicu oleh terjadinya tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Jawa Barat pada tanggal 21 Februari 2005. Penyebab longsor tersebut, diduga karena curah hujan yang sangat tinggi serta ledakan gas metana (CH4) yang terperangkap dalam timbunan sampah. Longsoran gunungan sampah tersebut menelan lebih dari 150 jiwa yang kemudian dinyatakan sebagai bencana lingkungan. Mayoritas korban adalah penduduk di sekitar TPA yang bekerja sebagai pemulung. Sejak itu, Hari Peduli Sampah (HPS) diperingati setiap tanggal 21 Februari untuk membangun komitmen kita bersama agar bencana akibat pengelolaan sampah yang kurang baik dan tidak berwawasan lingkungan tidak terulang”.

Sekitar satu tahun lalu, TPA Semarang sempat mengalami kebakaran, dan ya penyebab yang mungkin sama karena gas yang tertimbun di dalam sampah dan mendapati kondisi suhu yang terlalu panas dalam tumpukan sampah. 

Pemerintah pusat sebelumnya juga telah mengeluarkan kebijakan untuk pengolahan sampah plastik yang mudah diolah. Para retail di lingkungan kita menerapkan dengan menggunakan plastik yang akan terurai dalam waktu 2 tahun. Teknoligi ini yang bertuliskan oxium ini karya orang Indonesia yaitu dengan teknologi yang menggunakan OXIUM, cek www.oxium.net. Kampanye yang dilakukan pada tahun 2014 oleh Kementerian Lingkungan Hidup, “Gerakan Indonesia Peduli Sampah Menuju Masyarakat Berbudaya 3R (reduce, reuse, recycle) untuk Kesejahteraan Masyarakat” dengan taglineIndonesia Bersih Sampah 2020”.

Gerakan Indonesia Tanpa Kantong Plastik ini sudah sangat familiar di telinga saya, vocal sekali mengangkat isu, mengedukasi, dan mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan itu setahu saya digagas oleh suatu gerakan yang kini bernama Greeneration. Ohya, sebagai contoh familiarnya gerakan pengurangan plastik, dalam bebrapa kegiatan yang teman2 pernah lakukan, panitia biasanya menyuruh membawa tumblr. Penggunaan tumblr atau tempat minum ini salah satu cara menghemat pengeluaran konsumsi panitia, eh-loh.. haha

Gerakan komunitas besar dengan visi besar, menurut saya masih tetap membutuhkan kehadiran negara. Sekarang kita melihat dan merasakannya, kebijakan peerintah mungkin terkesan terlambat atau lainnya, banyak orang pintar dijajarannya, akan tetapi mungkin butuh orang yang siap turun ikut bergerak, bukan hanya selebrasi. Apresiasi yang sangat tinggi untuk seluruh gerakan di Indonesia dan dunia baik kelompok atau individu yang jauh tergerak karena kesadaran hati. Gerakan masyarakat peduli sampah plastik kini bisa tersenyum lebar, dengan satu kebijakan lagi dari pemerintah, yang dilaunching langsung oleh Bapak Presiden, penerapan biaya atas plastik berlaku melalui retai-retail yang sementara ini diuji-cobakan pada sekitar 24 kota di Indonesia.

Kebijakan ini tiap retai berbeda, namun dari pemerintah mengenakan biaya RP 200,-. Survey saya di toko Anjay untuk plastik ukuran 1-3 dikenakan biaya Rp 300,- dan 4-6 biaya Rp 500,-. Berita di Metro TV hari ini menyebutkan apabila di Medan mengenakan biaya plastik Rp1500,- dan di Ambon sampai Rp5.000,-.
“Belanja Cantik Tanpa Kantong Plastik”, kampanye yang menarik! Sounds girly by-the-way hm.

Kamis, 05 November 2015

And we'll going to be proud to named it!

Hidup dalam zona menyibukkan, mengesalkan, dan dalam persoalan memaksa kita belajar banyak hal. Dalam prosesnya mungkin hampir semua nggak ngerasain kita enjoy. Satu hal yg bikin kita enjoy, ya kekeluargaan dan ikhlas nggarap hal susah bareng-bareng.
Sense of belong itu sesuatu yg paling dicari di setiap tempat aku pikir. Benar saja, meski tidak bisa semuanya tapi kelompok kecil ini tiada tandingan aku bilang.
Kata white shoes (wsatcc), resah gelisah berlalu cepat berganti. Hm dan ya! Merekah bersemi gairah masa masa ini.
Ini baru setengah jalan teman2.. dan we'll going to be proud to named it, i hope.

[Fyi: hope itu untuk sesuatu yg benar2 diharapkan, sementara wish terdengar day dreaming kadang...]

Hei..
Nge"BEM" cah? :)

Sabtu, 10 Oktober 2015

Hari-hari ini

Ya, hari-hari ini.
Semakin besar kita semakin mengertinya tanggung jawab kita terhadap semua yang kita jalani. Kedewasaan dan pelajaran hidup minim menjadi kambing hitamnya.
Bisa sekali kita berdalih bahwa belum cukup dewasa untuk memegang atau memberi porsi atas tanggung jawab terhadap apa yang kita ambil, terlebih dengan pegabaian kewajiban-kewajiban lain.
Masih belajar... meminimkan pengalaman sebagai bentuk kewajaran atas kesalahan yg dilakukan.
Semakin dewasa menjadi semakin sibuk, menjadi semakin mengikis kewajiban kita dan semakin mewajarkan atas siklus ini.
Kewajiban baru datang karna kita telah menyelesaikan suatu kewajiban sebelumnya, ya mungkin. Seolah kewajiban tersebut mempercayakan kita untuk menanggungnya.
Hari-hari ini, memperhatikan orang tua kita di rumah semakin tua menjadi refleksi diri dan bertanya, "Bagaimana tanggungjawab dan kewajiban kita di rumah untuk orang tua kita? Seberapa besar porsi dan prioritas yang kamu berikan?"
 Sekali-kalilah dengar lagu titip rindu buat ayah...

Rabu, 12 Agustus 2015

Matursuwun, Hahaha

Terimakasih, satu kata dari beberapa kata yang kini bisa dibilang kata ajaib yang mulai hilang. Beberapa kata lain itu misalnya maaf dan tolong. Pagi tadi pada suatu momen, aku mencoba belajar dan mengajak orang lain bersikap baik dengan kata matur suwun atau terimakasih.
Beres urusan dengan mesin uang, ketika bergegas ambil motor dan siap lanjut perjalanan, pak tukang parkir membantu menyingkirkan motor di samping motorku agar mudah ambil motornya.

"Matursuwun pak",
" .....",
"hmm, matursuwun pak",
"hahaha", si bapak tukang parkir ngekek.

Aku pikir terimakasih itu ucapan dari sikap dan perilaku kita atas apa yang orang kerjakan untuk kita. Dari sini kita juga kerap mendapat alasan "halah santai wae.." oleh temen kita dari yang masih canggung sampe yang udah bener deket. Terimaksih tidak selalu diperlukan dan diinginkan. Ya pada satu waktu itu. Jika tidak, tingkat level pertemanan kita sudah seperti di film hunter x hunter. Bagian Kilua waktu berbincang dengan si gurita. Waktu itu si gurita sangat berterimaksih karna kilua telah menyelamatkan hidupnya dari kematian walau telah menghabisi kilua. 
Ketika melihat dan mendengar si gurita berterimakasih dg berlinang air mata, jawaban kilua, "Sudah sepantasnya teman saling membantu. Kau tidak perlu berterimakasih", ya kurang lebih seperti itulah jawaban kilua.

Lebihnya lagi, terimakasih didapat dari apa yang orang kerjakan terhadap kita dan secara tidak langsung kita memiliki tanggung jawab kembali ke orang yang sudah membantu kita untuk mereka mengucapkan terimaksih.  Sepakat atau tidak, ya atau tidak, bergantung bagaimana kita memaknainya.
Terimakasih ya, dan ya sama-sama atau heleh santai aja atau oke atau sip.
It's up to you as long as you know the meaning from what and how he/she gave to you.

Matursuwun...

Sabtu, 04 Juli 2015

Home Time!

Hallo my daily activities at kampus. Let me life enjoy the live at home for a while.
I'll make myself be more productive. Then, I coming for a day with the courage to face the word.
By what i've done at home, i promise to doing great out there.

Rabu, 13 Mei 2015

Pesan

--
Tugasmu berdoa.
Doa anak yang soleh buat orang tuanya itu manjur.
Sholat fardhu, sholat sunnah, tahajud dijalanin.
Kesehatannya dijaga, capek tidur aja. Loh kok gak jaga? Ya memang karna capek. Yang penting dalam tidurmu ada doa.
Jalan boleh, yang penting tiap jalan melangkah sambil doa.
--
Pakdhe

Senin, 23 Maret 2015

Pemiraria

Cukup tenang pagi ini.
Saya salah satu orang yang yakin dg perkataan mengenai kejahatan bahwa bukan karna banyaknya orang jahat, tapi karna orang baik yg memilih diam dan mendiamkan.
Padahal saya yakin... Setiap anak berhak mendapatkan sanita... Heleh

Bakal ada pemikiran2 baru setelah ini. Pemikiran baru atau pemikiran asli dari masing2 kita. Meneruskan perjuangan atau menjadi apatis.
Tapi saya yakin, kita akan meneruskan perjuangan dengan caranya masing2.

Disini kami belajar berjuang murni dari hati. Seolah terlalu percaya diri, siapa to kami ini? Aha bahkan saya yakin kalau ada pihak yang akan menjadikan kami seperti kelinci percobaan. Lihat kita maju dan ketika kita gagal "tuh kan kalah!" ohya dan ketawa "hahaha". Ini partisipasi kami dalam demokrasi. Bagaimana denganmu?

Mari kita samakan visi kita, buat misi kita untuk memajukan fakultas kita. Ketika fakultas dan kampus lain sibuk memikirkan visi misi untuk kontribusi bangsa, apa iya kita hanya akan selalu sibuk dengan urusan kepentingan politiknya sendiri?
Mungkin visi yang kurang tepat yang diusung di pikiran dan yang diset di hati.

Indonesia memiliki sekitar dua ratusan juta penduduk dengan berbagai masalahnya. Masalah pribadi, keluarga, pacar, tetangga, kelurahan, kecamatan, kota, dan seterusnya.
Seperti halnya itu dengan FEUnissula. Dengan ribuan mahasiswa/i serta organisasi di dalamnya memiliki banyakbsekali permasalahan.

Dari sini, dari hati kita, mari kita renungkan, berkolaborasi, dan bersinergi bersama memikirkan solusi untuk kita semua untuk satu kepentingan, kejayaan FEUnissula.
Ahay...

Mari berpemiraria dengan bahagia yang bersahaja! :)

Hidup mahasiswa!

Selasa, 17 Maret 2015

Terlalu baik?

Tak gentar menjadi pembuka tulisan ini. Itu pula yg menunjukkan kami siap menggemakan kebenaran.
Mungkin selama ini kami terlalu baik, terlalu lugu, diam, dan tak ada gema. Kami seloah hanya menyembunyikan kepala kita dalam mimpi. Mimpi ini yg hanya karya dalam sebuah atau berbuah-buah program kerja. Tak berjalan disitu saja, organisasi tak lepas dengan politik. Organisasi yang baik mengajarkan ilmu-ilmu yang baik. Termasuk dalam prosesnya menghasilkan politik yang baik dan indah.
Jumat, 13 Maret 2015 menjadi titik unjuk anggota HMJA yang menyajikan lekatnya organisasi dengan politik di FE. Ya... kami seolah sedang tiarap, membalikkan muka dan badan. Tapi kami masih bernyawa, selama kami bernyawa selama itu pula kami akan unjuk. Unjuk tuk kebaikan dan kebenaran.
Kami pun maju. Tak getar kita melangkah. Semua demi kebaikan. Kebaikan KMFE, seluruh masyarakat dalam FEUnissula.
Kami dibangkitkan oleh satu orang rewel. Manusia berambut klimis berkumis tebal ini membangunkan kita akan suatu hal yang mungkin akan selalu missing atau terlewat dalam kehidupan organisasi. 
Kebersamaan kegentaran ini sungguh istimewa.
Tak gentar adalah kami.

Gumarang, 14 Maret 2015 : 00.26 WIB.
Sambil bergoncangan dalam kereta, tulisan ini kubuat tuk refleksi sehari tadi. 

Kamis, 04 Desember 2014

Wawancara Usaha Mahasiswa Enterpreuners Day, Monev PKM-K

 Assalamualaikum wr. wb.
     Mata kuliah kewirausahaan diharuskan untuk membuat kelompok yang terdiri dari tiga orang. Tugas pertama sebagai kelompok yaitu mewawancarai peserta enterpreuners day monev  PKM-K Koerpertis Jateng yang menarik yang diadakan di kampus ini. Oke, let's find out who's intersting for me, oh tunggu tunggu... yang menarik menurut tim. Yeah. Ohya, sesampainya di tkp acara tersebut, kami berpikir kok heleh mesti udah pada diwawancarai jadi aku pikir kudu bikin wawancara yang lebih menarik karna pasti materi pertanyaan yang diajukan  semua itu.... template! Tapi pada akhirnya kami juga memakai template itu sendiri. heleh bro....

     Jadi ceritanya ini kelompok atau yang menurutku lebih ideal aku suka sebut tim, setelah mengelilingi bebrerapa stand dari beberapa kampus kami berhenti sejenak. Belum menemukan apa yang membuat mengenyangkan. Heh yang menarik men! Gak harus makanan kan...? hehe soalnya aku bisa sekalian makan. wew. Maksudku bisa sekalian belajar mengenai usaha culinary karna rencananya tim kita akan membuat usaha di tugas matkul ini dengan usaha macem makanan.

     Kami mendapati peserta dari Unisbank yang akhirnya menjadi target wawancara. Kami menemukan "Oxy Farm", usaha yang mengembangkan budidaya organik. Ternyata disana ada teman SMP yang sedang diwawancarai oleh tim lain di booth Oxy Farm. Haha dia teman satu kelas waktu SMP kelas 7. Dia orang yang cukup rajin. Rajin untuk aku contek tugas dan PR nya bahaha.

Cukup menarik!
     Nama usahanya adalah "Oxy Farm". Nama ini didapatnya dari hasil fotosintesis tumbuhan yaitu oksigen. Jenis produk yang dia jual cukup lengkap yaitu dari medianya yaitu pupuk, bibit sayuran, mini pot, bahkan menerima jasa untuk membuat bangunan atau pohon sayuran organik dari paralon besar dengan model yang menarik. Untuk pembuatan paralon pohon sayur menyesuaikan dengan budget pelanggan.

Mini Pot! Ini pot sebagai media tempat tanam sayuran.
Untuk pupuk yang pastinya organik, dia menawarkan dua jenis pupuk untuk kebutuhan yang berbeda yaitu untuk daun dan buah dengan harga jual satu paket yaitu Rp 85.000,00

Untuk paralon pohon sayur diatas ini memerlukan dana Rp 2.000.000,00.

Box Sayur
     Ide awal usahanya cukup unik. Ya ide itu berasal dari kesukaannya bermain permainan Facebook, Family Farm! Kesukaannya bermain game itu membuatnya untuk benar-benar merealisasikannya dengan sayuran organik. Selain itu, dia juga memang menyukai dan sadar untuk mengonsumsi sayuran organik.

     Awalnya dia hanya menjual hasil tanamnya saja dan itu hanya kepada tetangga-tetangganya saja yang ingin membuat sayur di rumah dengan kisaran harga Rp 3.500,00 sampai Rp 7.500,00.. Sebagai sumber modal, dia menggunakan dana pribadinya sendiri sebesar Rp 3.000.000,00. Berkembangnya usaha ini dia mendapatkan dana tambahan dari lembaga di Universitasnya sebesar Rp 500.000,00 dan hingga akhirnya dengan lolosnya Oxy Farm di Dikti, dia akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 5.250.000,00.

     Dalam menjalankan usahanya, dia belum atau tidak sedang bermitra dengan pihak lain. Keinginannya untuk bermitra kerjasama menjadi supplier belum terlaksana. Lokasi penjualannya masih di tempat dia tinggal yaitu di kosnya sendiri. Promosi yang dia lakukan masih dalam tahap mulut ke mulut, namun dia segera untuk melakukan pengembangan promosinya dengan membuat websitenya sendiri.

     Ciri khas produknya sendiri yang selain organik, dia membuat produk perlengkapan dan media tanam sediri dengan ukuran mini dan simpel. Pesaing usaha dalam hasil budidaya sayuran organik ini sudah cukup kompetitif, usahanya bermitra dengan menjadi supplier kepada supermarket belum terlaksana karena sudah cukup banyak pesaing yang masuk dan mungkin karena gerak cepat dalam menangkap peluang. Kemudian muncullah produk perlengkapan yang dijualnya seperti pupuk organik, pot, dan bibitnya itu sendiri. Dia kini sedang menjadi supplier perlengkapan bertanam sayuran.

     Dia bercerita kalau kesulitannya atau hambatannya untuk mengembangkannya yaitu faktor internnya adalah kemalasan, dan bagaimana mengatur waktu. Sementara faktor dari luarnya adalah gangguan hama tikus.

     Rencana pengembangan usaha kedepan, "Saya ingin mengembangkan budidaya organik, menjadi supplier sayuran organik si Supermarket", kata Fitiana. Simpel dan sederhana. Bukankah perjalanan 1.000 mil dimulai dengan langkah pertama? Dia sedikit bercerita yang kurang lebih seperti ini, "Bertanam itu bisa dilakukan dengan simpel kok. Dalam usaha kita harus sayang pada apa yang dikerjakan, menyaangi tanaman!".



 
 Kiri ke kanan:
Nanda, Qodrat, Fitiana (Owner), Dewi & Intan, Safira

     Sesi foto booth "Oxy Farm" bersama "Tim"-kami menandai akhir wawancara usaha kami. Terimakasih, sukses selalu kawan lama Fitiana Arumi!
Wassalamualaikum wr. wrb.

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah. Bukit ini merupakan bukit yang diyakini sebagai tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Hawa pertama kali di dunia. Pusat Arafah in...