Sabtu, 10 Oktober 2015

Hari-hari ini

Ya, hari-hari ini.
Semakin besar kita semakin mengertinya tanggung jawab kita terhadap semua yang kita jalani. Kedewasaan dan pelajaran hidup minim menjadi kambing hitamnya.
Bisa sekali kita berdalih bahwa belum cukup dewasa untuk memegang atau memberi porsi atas tanggung jawab terhadap apa yang kita ambil, terlebih dengan pegabaian kewajiban-kewajiban lain.
Masih belajar... meminimkan pengalaman sebagai bentuk kewajaran atas kesalahan yg dilakukan.
Semakin dewasa menjadi semakin sibuk, menjadi semakin mengikis kewajiban kita dan semakin mewajarkan atas siklus ini.
Kewajiban baru datang karna kita telah menyelesaikan suatu kewajiban sebelumnya, ya mungkin. Seolah kewajiban tersebut mempercayakan kita untuk menanggungnya.
Hari-hari ini, memperhatikan orang tua kita di rumah semakin tua menjadi refleksi diri dan bertanya, "Bagaimana tanggungjawab dan kewajiban kita di rumah untuk orang tua kita? Seberapa besar porsi dan prioritas yang kamu berikan?"
 Sekali-kalilah dengar lagu titip rindu buat ayah...

Rabu, 12 Agustus 2015

Matursuwun, Hahaha

Terimakasih, satu kata dari beberapa kata yang kini bisa dibilang kata ajaib yang mulai hilang. Beberapa kata lain itu misalnya maaf dan tolong. Pagi tadi pada suatu momen, aku mencoba belajar dan mengajak orang lain bersikap baik dengan kata matur suwun atau terimakasih.
Beres urusan dengan mesin uang, ketika bergegas ambil motor dan siap lanjut perjalanan, pak tukang parkir membantu menyingkirkan motor di samping motorku agar mudah ambil motornya.

"Matursuwun pak",
" .....",
"hmm, matursuwun pak",
"hahaha", si bapak tukang parkir ngekek.

Aku pikir terimakasih itu ucapan dari sikap dan perilaku kita atas apa yang orang kerjakan untuk kita. Dari sini kita juga kerap mendapat alasan "halah santai wae.." oleh temen kita dari yang masih canggung sampe yang udah bener deket. Terimaksih tidak selalu diperlukan dan diinginkan. Ya pada satu waktu itu. Jika tidak, tingkat level pertemanan kita sudah seperti di film hunter x hunter. Bagian Kilua waktu berbincang dengan si gurita. Waktu itu si gurita sangat berterimaksih karna kilua telah menyelamatkan hidupnya dari kematian walau telah menghabisi kilua. 
Ketika melihat dan mendengar si gurita berterimakasih dg berlinang air mata, jawaban kilua, "Sudah sepantasnya teman saling membantu. Kau tidak perlu berterimakasih", ya kurang lebih seperti itulah jawaban kilua.

Lebihnya lagi, terimakasih didapat dari apa yang orang kerjakan terhadap kita dan secara tidak langsung kita memiliki tanggung jawab kembali ke orang yang sudah membantu kita untuk mereka mengucapkan terimaksih.  Sepakat atau tidak, ya atau tidak, bergantung bagaimana kita memaknainya.
Terimakasih ya, dan ya sama-sama atau heleh santai aja atau oke atau sip.
It's up to you as long as you know the meaning from what and how he/she gave to you.

Matursuwun...

Sabtu, 04 Juli 2015

Home Time!

Hallo my daily activities at kampus. Let me life enjoy the live at home for a while.
I'll make myself be more productive. Then, I coming for a day with the courage to face the word.
By what i've done at home, i promise to doing great out there.

Rabu, 13 Mei 2015

Pesan

--
Tugasmu berdoa.
Doa anak yang soleh buat orang tuanya itu manjur.
Sholat fardhu, sholat sunnah, tahajud dijalanin.
Kesehatannya dijaga, capek tidur aja. Loh kok gak jaga? Ya memang karna capek. Yang penting dalam tidurmu ada doa.
Jalan boleh, yang penting tiap jalan melangkah sambil doa.
--
Pakdhe

Senin, 23 Maret 2015

Pemiraria

Cukup tenang pagi ini.
Saya salah satu orang yang yakin dg perkataan mengenai kejahatan bahwa bukan karna banyaknya orang jahat, tapi karna orang baik yg memilih diam dan mendiamkan.
Padahal saya yakin... Setiap anak berhak mendapatkan sanita... Heleh

Bakal ada pemikiran2 baru setelah ini. Pemikiran baru atau pemikiran asli dari masing2 kita. Meneruskan perjuangan atau menjadi apatis.
Tapi saya yakin, kita akan meneruskan perjuangan dengan caranya masing2.

Disini kami belajar berjuang murni dari hati. Seolah terlalu percaya diri, siapa to kami ini? Aha bahkan saya yakin kalau ada pihak yang akan menjadikan kami seperti kelinci percobaan. Lihat kita maju dan ketika kita gagal "tuh kan kalah!" ohya dan ketawa "hahaha". Ini partisipasi kami dalam demokrasi. Bagaimana denganmu?

Mari kita samakan visi kita, buat misi kita untuk memajukan fakultas kita. Ketika fakultas dan kampus lain sibuk memikirkan visi misi untuk kontribusi bangsa, apa iya kita hanya akan selalu sibuk dengan urusan kepentingan politiknya sendiri?
Mungkin visi yang kurang tepat yang diusung di pikiran dan yang diset di hati.

Indonesia memiliki sekitar dua ratusan juta penduduk dengan berbagai masalahnya. Masalah pribadi, keluarga, pacar, tetangga, kelurahan, kecamatan, kota, dan seterusnya.
Seperti halnya itu dengan FEUnissula. Dengan ribuan mahasiswa/i serta organisasi di dalamnya memiliki banyakbsekali permasalahan.

Dari sini, dari hati kita, mari kita renungkan, berkolaborasi, dan bersinergi bersama memikirkan solusi untuk kita semua untuk satu kepentingan, kejayaan FEUnissula.
Ahay...

Mari berpemiraria dengan bahagia yang bersahaja! :)

Hidup mahasiswa!

Selasa, 17 Maret 2015

Terlalu baik?

Tak gentar menjadi pembuka tulisan ini. Itu pula yg menunjukkan kami siap menggemakan kebenaran.
Mungkin selama ini kami terlalu baik, terlalu lugu, diam, dan tak ada gema. Kami seloah hanya menyembunyikan kepala kita dalam mimpi. Mimpi ini yg hanya karya dalam sebuah atau berbuah-buah program kerja. Tak berjalan disitu saja, organisasi tak lepas dengan politik. Organisasi yang baik mengajarkan ilmu-ilmu yang baik. Termasuk dalam prosesnya menghasilkan politik yang baik dan indah.
Jumat, 13 Maret 2015 menjadi titik unjuk anggota HMJA yang menyajikan lekatnya organisasi dengan politik di FE. Ya... kami seolah sedang tiarap, membalikkan muka dan badan. Tapi kami masih bernyawa, selama kami bernyawa selama itu pula kami akan unjuk. Unjuk tuk kebaikan dan kebenaran.
Kami pun maju. Tak getar kita melangkah. Semua demi kebaikan. Kebaikan KMFE, seluruh masyarakat dalam FEUnissula.
Kami dibangkitkan oleh satu orang rewel. Manusia berambut klimis berkumis tebal ini membangunkan kita akan suatu hal yang mungkin akan selalu missing atau terlewat dalam kehidupan organisasi. 
Kebersamaan kegentaran ini sungguh istimewa.
Tak gentar adalah kami.

Gumarang, 14 Maret 2015 : 00.26 WIB.
Sambil bergoncangan dalam kereta, tulisan ini kubuat tuk refleksi sehari tadi. 

Kamis, 04 Desember 2014

Wawancara Usaha Mahasiswa Enterpreuners Day, Monev PKM-K

 Assalamualaikum wr. wb.
     Mata kuliah kewirausahaan diharuskan untuk membuat kelompok yang terdiri dari tiga orang. Tugas pertama sebagai kelompok yaitu mewawancarai peserta enterpreuners day monev  PKM-K Koerpertis Jateng yang menarik yang diadakan di kampus ini. Oke, let's find out who's intersting for me, oh tunggu tunggu... yang menarik menurut tim. Yeah. Ohya, sesampainya di tkp acara tersebut, kami berpikir kok heleh mesti udah pada diwawancarai jadi aku pikir kudu bikin wawancara yang lebih menarik karna pasti materi pertanyaan yang diajukan  semua itu.... template! Tapi pada akhirnya kami juga memakai template itu sendiri. heleh bro....

     Jadi ceritanya ini kelompok atau yang menurutku lebih ideal aku suka sebut tim, setelah mengelilingi bebrerapa stand dari beberapa kampus kami berhenti sejenak. Belum menemukan apa yang membuat mengenyangkan. Heh yang menarik men! Gak harus makanan kan...? hehe soalnya aku bisa sekalian makan. wew. Maksudku bisa sekalian belajar mengenai usaha culinary karna rencananya tim kita akan membuat usaha di tugas matkul ini dengan usaha macem makanan.

     Kami mendapati peserta dari Unisbank yang akhirnya menjadi target wawancara. Kami menemukan "Oxy Farm", usaha yang mengembangkan budidaya organik. Ternyata disana ada teman SMP yang sedang diwawancarai oleh tim lain di booth Oxy Farm. Haha dia teman satu kelas waktu SMP kelas 7. Dia orang yang cukup rajin. Rajin untuk aku contek tugas dan PR nya bahaha.

Cukup menarik!
     Nama usahanya adalah "Oxy Farm". Nama ini didapatnya dari hasil fotosintesis tumbuhan yaitu oksigen. Jenis produk yang dia jual cukup lengkap yaitu dari medianya yaitu pupuk, bibit sayuran, mini pot, bahkan menerima jasa untuk membuat bangunan atau pohon sayuran organik dari paralon besar dengan model yang menarik. Untuk pembuatan paralon pohon sayur menyesuaikan dengan budget pelanggan.

Mini Pot! Ini pot sebagai media tempat tanam sayuran.
Untuk pupuk yang pastinya organik, dia menawarkan dua jenis pupuk untuk kebutuhan yang berbeda yaitu untuk daun dan buah dengan harga jual satu paket yaitu Rp 85.000,00

Untuk paralon pohon sayur diatas ini memerlukan dana Rp 2.000.000,00.

Box Sayur
     Ide awal usahanya cukup unik. Ya ide itu berasal dari kesukaannya bermain permainan Facebook, Family Farm! Kesukaannya bermain game itu membuatnya untuk benar-benar merealisasikannya dengan sayuran organik. Selain itu, dia juga memang menyukai dan sadar untuk mengonsumsi sayuran organik.

     Awalnya dia hanya menjual hasil tanamnya saja dan itu hanya kepada tetangga-tetangganya saja yang ingin membuat sayur di rumah dengan kisaran harga Rp 3.500,00 sampai Rp 7.500,00.. Sebagai sumber modal, dia menggunakan dana pribadinya sendiri sebesar Rp 3.000.000,00. Berkembangnya usaha ini dia mendapatkan dana tambahan dari lembaga di Universitasnya sebesar Rp 500.000,00 dan hingga akhirnya dengan lolosnya Oxy Farm di Dikti, dia akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 5.250.000,00.

     Dalam menjalankan usahanya, dia belum atau tidak sedang bermitra dengan pihak lain. Keinginannya untuk bermitra kerjasama menjadi supplier belum terlaksana. Lokasi penjualannya masih di tempat dia tinggal yaitu di kosnya sendiri. Promosi yang dia lakukan masih dalam tahap mulut ke mulut, namun dia segera untuk melakukan pengembangan promosinya dengan membuat websitenya sendiri.

     Ciri khas produknya sendiri yang selain organik, dia membuat produk perlengkapan dan media tanam sediri dengan ukuran mini dan simpel. Pesaing usaha dalam hasil budidaya sayuran organik ini sudah cukup kompetitif, usahanya bermitra dengan menjadi supplier kepada supermarket belum terlaksana karena sudah cukup banyak pesaing yang masuk dan mungkin karena gerak cepat dalam menangkap peluang. Kemudian muncullah produk perlengkapan yang dijualnya seperti pupuk organik, pot, dan bibitnya itu sendiri. Dia kini sedang menjadi supplier perlengkapan bertanam sayuran.

     Dia bercerita kalau kesulitannya atau hambatannya untuk mengembangkannya yaitu faktor internnya adalah kemalasan, dan bagaimana mengatur waktu. Sementara faktor dari luarnya adalah gangguan hama tikus.

     Rencana pengembangan usaha kedepan, "Saya ingin mengembangkan budidaya organik, menjadi supplier sayuran organik si Supermarket", kata Fitiana. Simpel dan sederhana. Bukankah perjalanan 1.000 mil dimulai dengan langkah pertama? Dia sedikit bercerita yang kurang lebih seperti ini, "Bertanam itu bisa dilakukan dengan simpel kok. Dalam usaha kita harus sayang pada apa yang dikerjakan, menyaangi tanaman!".



 
 Kiri ke kanan:
Nanda, Qodrat, Fitiana (Owner), Dewi & Intan, Safira

     Sesi foto booth "Oxy Farm" bersama "Tim"-kami menandai akhir wawancara usaha kami. Terimakasih, sukses selalu kawan lama Fitiana Arumi!
Wassalamualaikum wr. wrb.

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah. Bukit ini merupakan bukit yang diyakini sebagai tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Hawa pertama kali di dunia. Pusat Arafah in...